Piala Super Italia di Arab Saudi yang Mengundang Banyak Kontroversi

Piala Super Italia di Arab Saudi yang Mengundang Banyak Kontroversi

Piala Super Italia di Arab Saudi yang Mengundang Banyak Kontroversi

Agen Judi Bola OnlineJakarta – Banyak kontroversi mengiringi digelarnya laga Piala Super Italia tahun ini di Arab Saudi. Mulai dari kasus Jamal Kashoggi hingga diskriminasi terhadap wanita.

Laga Piala Super Italia yang mempertemukan Juventus dan AC Milan bakal digelar di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (17/1/2019). Ini adalah kali perdana laga ajang ini digelar di Arab Saudi.

Untuk menggelar ajang Piala Super Italia ini Arab Saudi harus mengeluarkan dana senilai 20 juta euro (sekitar Rp 322,4 miliar) dalam sebuah kesepakatan dengan pihak Liga Italia. Kesepekatan tersebut akan mengizinkan mereka menggelar ajang ini tiga kali dalam lima tahun.

Dalam sepuluh tahun terakhir, pihak Liga Italia memang tengah berusaha mengekspansi benua lain lewat gelaran Piala Super Italia. Sebelumnya ajang ini juga pernah digelar di China, Qatar, Amerika Serikat, dan Libya.

Tapi, keputusan menggelar Piala Super Italia tahun ini di Arab Saudi sebenarnya sempat menimbulkan penolakan dari berbagai pihak. Hal ini muncul setelah Arab Saudi terlibat kasus pembunuhan Jurnalis Turki, Jamal Khashoggi.

Salah satu pihak yang paling keras menentang laga ini digelar di Arab Saudi adalah mantan mantan Menteri Olahraga Italia, Luca Lotti .

“Kita harus membatalkan rencana kita untuk memainkan Supercoppa di Riyadh,” kata mantan Menteri Olahraga Italia, Luca Lotti, dilansir dari The Guardians.

“Dunia olahraga tidak bisa membiarkan dirinya tenggelam. Saya dapat membayangkan bahwa ada berbagai kepentingan ekonomi di balik pertandingan ini, tetapi apa yang terjadi di kedutaan Saudi di Istanbul (pembunuhan Kashoggi) tidak dapat berlalu begitu saja.”

Lotti menyerukan kepada pemerintah Italia untuk menggunakan segala cara agar mencegah sepakbola Italia mengabaikan nilai dan norma dengan menggelar laga di Arab Saudi. Namun usaha Lotti tersebut tak membuahkan hasil karena pihak Liga Italia tetap teguh bakal mengelar ajang Piala Super Italia di Jeddah.

“Sepakbola adalah bagian dari budaya dan ekonomi Italia, hal tersebut sulit untuk berubah. Tentu saja ranah hubungan antar negara dan dalam negeri jelas berbeda,” ungkap Presiden Liga Italia, Gaetano Machiche, terkait tetap digelarnya ajang ini di Arab Saudi.

“Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar Italia di timur tengah. Lusinan perusahaan besar Italia berdagang di sana dan memiliki markas di sana, dan hubungan ini tetap terjaga (meski ada kasus pembunuhan Khashoggi).”

“Dengan persetujuan FIFA, UEFA dan AFC, kami akan memainkan pertandingan di negara yang memiliki undang-undang sendiri yang telah dibuat dalam waktu yang lama dan tradisi setempat memberlakukan batasan yang tidak bisa diubah dalam semalam,” tuturnya menambahkan.

Ketika perdebatan terkait isu Khashoggi ini mulai mereda, kontroversi baru muncul ketika pihak Liga Italia mengumumkan info terkait tiket.

Pihak Arab Saudi hanya menyediakan kuota tiket 15 persen untuk para wanita dari 60 ribu kapasitas Stadion King Abdullah. Selain itu para wanita juga hanya boleh menonton di tribun keluarga.

Kebijakan ini langsung menyulut amarah dari publik sepakbola Italia karena dianggap sebagai bentuk diskirimanasi gender. Matteo Salvini, Wakil Perdana Menteri Italia yang merupakan penggemar Milan bahkan mengatakan tak sudi menonton Piala Super Italia karena kebijakan tersebut

“Supercoppa Italia dimainkan di negara Islam di mana wanita tidak bisa pergi ke stadion kecuali jika ditemani oleh seorang pria anggota keluarganya. Saya tidak akan menonton pertandingan itu,” ujar Salvini menegaskan.

Selain Salvini, kecaman juga datang dari Codacons yang merupakan organisasi hak asasi manusia dan perlindungan konsumen. Mereka mengajak untuk memboikot ajang Piala Super Italia sebagai bentuk protes untuk kebijakan pemerintah Arab Saudi yang kerap kali dianggap diskriminatif terhadap wanita.

Menanggapi gelombang protes yang kembali menghampirinya penyelenggaraan Piala Super Italia, Macciche berusaha untuk mendukung sepenuhnya kebijakan Arab Saudi terkait alokasi tiket penonton wanita.”

Baca Juga : Tekad Dortmund Akhiri Dominasi Bayern

“Sampai tahun lalu, wanita (di Arab Saudi) tidak bisa menghadiri acara olahraga apa pun. Kami berupaya memastikan bahwa dalam pertandingan berikutnya yang kami mainkan di negara ini, perempuan dapat mengakses seluruh tribun stadion,” ujar Presiden Liga Italia ini.

Kini terlepas dari banyaknya kontroversi yang mengiringinya laga Piala Super Eropa akan tetap di gelar di Arab Saudi. Duel Juventus dan Milan yang diprediksi bakal berlangsung panas akan jadi hiburan bagi para pencinta bola di Jazirah Arab.